Senin, 17 Maret 2014

Instrument pemandu pendaratan pesawat – ILS

Mungkin ada yang ingin tahu bagaimana seorang pilot dapat mendaratkan (landing) pesawat dengan tepat di landasan.
Instrumen apakah yang digunakan untuk membantu pilot dalam fase pendaratan pesawat.
Manuver pesawat untuk dapat mendarat di landasan disebut dengan fase approach.
Prosedur approach dapat dilakukan dengan metode visual approach atau dengan menggunakan bantuan instrument pesawat (instrument approach).
Instrument approach yang dapat digunakan ada beberapa jenis, antara lain :
ILS (Instrument Landing System), MLS (Microwave Landing System), LDA (Localizer Type Directional Aid) dan GLS (GPS Landing System).
Untuk tulisan kali ini akan membahas mengenai ILS,  prosedur approach yang digunakan di banyak bandara.
ILS merupakan sistem yang membantu pilot dalam fase approach sampai mendarat di landasan.
Perangkat ILS terdiri dari perangkat yang terpasang di bandara dan juga di pesawat.
ILS bekerja dengan memanfaatkan gelombang radio, termasuk dalam kelompok radio navigation systems.
Ada dua macam sub sistem yang terdapat dalam sistem ILS.
Yang pertama adalah localizer sedangkan yang kedua adalah glideslope.
Localizer berfungsi untuk memberikan pedoman (guidance) dalam sumbu lateral/horizontal.
Sedangakan glideslope berfumgsi untuk memberikan pedoman dalam sumbu vertikal.
Untuk lebih jelas dapat dilihat pada gambar dibawah :
 
Localizer dan Glideslope
Gambar dari: What is VOR/ILS Instruction Guide, Rockwell Collins

Ada dua bidang segitiga, bidang pertama menunjukan localizer, dan bidang kedua untuk glideslope.
Irisan antara kedua bidang adalah jalur (course) yang harus diikuti oleh pesawat untuk mendarat dengan di landasan.
Prinsip Kerja ILS
Seperti sudah disinggung di atas, ILS bekerja memanfaatkan gelombang radio.
Perangkat ILS (localizer dan glideslope) yang terpasang di bandara akan memancarkan sinyal radio, yang kemudian ditangkap oleh perangkat ILS di pesawat.
Localizer bekerja pada frekuensi 108 – 112 Mhz. Sinyal localizer dimodulasi dalam dua konfigurasi. Sisi kiri dimodulasi dengan frekuensi 90 Hz dan Sisi kanan dengan frekuensi 150 Hz.
Glideslope bekerja pada frekuensi 329.15 – 335.0 Mhz. Sama seperti localizer, sinyal ini juga dimodulasi dalam dua konfigurasi. Sisi atas  dimodulasi dengan frekuensi 90 Hz dan sisi bawah dimodulasi dengan frekuensi 150 Hz.
 
Sinyal termodulasi yang dipancarkan
Gambar dari: http://en.wikipedia.org/wiki/Instrument_landing_system
Sistem modulasi seperti ini yang membuat perangkat ILS di pesawat dapat mengenali jalur yang tepat untuk pendaratan.
Perangkat ILS di pesawat
Perangkat ILS di pesawat terdiri atas : ILS receiver, antena ( localizer dan glideslope ) dan indikasi di pesawat.
 
ILS Receiver
Gambar dari: http://www.dakotaairparts.com/hotlist/
ILS receiver akan mengolah sinyal radio yang ditangkap oleh antena, kemudian merubahnya menjadi informasi (indikasi) untuk pilot. ILS receiver terpasang di EE compartment.
 
Antena glideslope diatas antena radar, antena localizer dibawah antena radar
Gambar dari: koleksi pribadi
Antena ILS terdiri dari antena glideslope dan antena localizer. Untuk pesawat Boeing 737, kedua antena ini terpasang di nose radome.
 
 
CDI (NAV1) di pesawat Cessna
Gambar dari:http://ysflight.in.coocan.jp/aviation/logbook/e2010.html
Indikasi ILS pada pesawat menggunakan CDI (Course Deviation Indicator)
CDI akan memberikan informasi pada pilot bahwa couser sudah sesuai saat kedua jarum tepat beririsan di tengah indicator.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar